Ruined King: A League of Legends Story merupakan permainan video role-playing yang memukau, mengangkat kisah yang berbasis pada giliran serta dikembangkan oleh Airship Syndicate dan diterbitkan oleh Riot Forge pada tahun 2021. Merupakan salah satu spin-off dari dunia League of Legends yang dimiliki oleh Riot Games, Ruined King mengeksplorasi karakter dan latar belakang yang telah dikenal dari judul utamanya.

Dengan latar yang memikat, permainan ini mengambil tempat di dua lokasi utama, yaitu Bilgewater, kota yang dipenuhi dengan kegiatan bajak laut, serta Shadow Isles, wilayah yang dipenuhi kegelapan dan kutukan dari Kabut Hitam. Para pemain bertugas mengendalikan sekelompok enam karakter yang telah dikenal dari dunia League of Legends untuk menjelajahi sumber dari kekuatan gelap yang menakutkan ini. Karakter-karakter yang bisa dimainkan meliputi Pyke, Braum, Miss Fortune, Illaoi, Ahri, dan Yasuo, masing-masing dengan kekuatan dan cerita yang unik.

Meskipun diumumkan pertama kali pada perayaan ulang tahun ke-10 League of Legends pada tahun 2019, rilis dari Ruined King mengalami penundaan karena dampak dari pandemi COVID-19 yang melanda dunia. Tanggal pasti rilisnya pun menjadi teka-teki bagi para penggemar hingga akhirnya diluncurkan, bersamaan dengan Hextech Mayhem, pada tanggal 16 November 2021. Permainan ini tersedia untuk dimainkan pada platform Microsoft Windows, PlayStation 4, Nintendo Switch, dan Xbox One. Selain itu, Ruined King juga kompatibel dengan PlayStation 5 dan Xbox Series X/S, dengan janji untuk pembaruan gratis ke versi terbaru yang akan tersedia di masa mendatang.

Keunggulan dari Ruined King: A League of Legends Story tak hanya terletak pada permainannya yang seru, tetapi juga pada pengembangan karakter dan latar yang menggugah imajinasi pemain. Dengan menggabungkan elemen-elemen yang telah terbukti sukses dari dunia League of Legends, permainan ini berhasil menciptakan pengalaman yang menarik, memperluas dunia yang sudah begitu kaya dalam franchise ini.

 

Pengalaman Strategi Tak Tergantikan

Ruined King, yang mengingatkan kita pada Battle Chasers: Nightwar dari Airship Syndicate, hadir dengan cerita yang menarik, disajikan melalui perspektif top-down yang memungkinkan pemain untuk menjelajahi dunia luas dan ruang bawah tanah dengan sekelompok karakter utama. Petualangan ini tak hanya sebatas menjelajah, tapi juga melibatkan pertempuran melawan musuh dan bos yang menantang.

Selama perjalanan, kelompok ini akan menghadapi berbagai musuh yang mengharuskan pemain memanfaatkan kemampuan dan strategi mereka. Dalam pertempuran, lingkungan berubah menjadi area pertempuran berbasis giliran di mana setiap karakter dan musuh saling menunggu giliran untuk bertindak.

Karakter utama dalam permainan ini memiliki kemampuan Dungeon, baik pasif maupun aktif, yang dapat digunakan saat menjelajahi peta dunia. Namun, perlu dicatat bahwa grup ini hanya dapat terdiri dari tiga karakter sekaligus dari enam karakter yang mungkin ada, dan hanya satu karakter yang dapat hadir di peta pada satu waktu. Oleh karena itu, pemain harus direncanakan dengan cermat kemampuan mana yang ingin mereka manfaatkan dalam situasi tertentu. Kemampuan pasif akan terpicu dalam konteks yang tepat, sementara kemampuan aktif memiliki cooldown dan memberikan keunggulan dalam pertempuran saat digunakan.

Salah satu elemen menarik dari permainan ini adalah adanya pilihan karakter yang diperlukan untuk perkembangan cerita atau untuk mendapatkan item langka. Misalnya, Illaoi, sebagai anggota Buhru, memiliki peran penting dalam menguraikan teks dan artefak Buhru, yang membuatnya menjadi karakter yang sangat diperlukan dalam beberapa bagian permainan.

Pertarungan dalam Ruined King berbeda dari pertarungan berbasis giliran tradisional berkat mekanisme Initiative Bar. Inilah yang menampilkan garis waktu di mana setiap petarung memiliki posisi dan menunjukkan kapan mereka akan bertindak, bahkan memberikan informasi mengenai kemampuan musuh. Pilihan yang harus diambil oleh pemain terletak pada beberapa kemampuan, yang dapat berdampak langsung pada keputusan taktis selama pertempuran.

Masing-masing karakter memiliki tiga kemampuan Ultimate yang dapat dibuka sepanjang permainan. Penggunaan Ultimate membutuhkan pengisian pengukur level, di mana setiap Ultimate memiliki biaya level yang berbeda. Efek dari Ultimate ini sangat bervariasi sesuai dengan peran masing-masing karakter, mulai dari fokus pada kerusakan, memberikan buff atau debuff, hingga bahkan kemampuan untuk menghidupkan kembali sekutu yang gugur.

Selain itu, game ini menggunakan mekanisme Overcharge dari Battle Chasers: Nightwar, di mana serangan non-magis menghasilkan Overcharge yang dapat digunakan sebagai pengganti mana. Hal ini menjadi sangat berguna terutama dalam pertarungan yang lebih intens di ruang bawah tanah atau pertarungan yang berkepanjangan.

Ruined King: A League of Legends Story menghadirkan pengalaman bermain peran dengan strategi yang mendalam, menggabungkan aspek cerita yang kuat dengan pertarungan yang menantang secara taktis. Dengan mekanisme yang unik dan karakter yang beragam, permainan ini menjadi sebuah perjalanan yang tak terlupakan bagi para penggemar genre ini.

 

Menelusuri Kehancuran: Bilgewater dan Shadow Isles dalam “Ruined King: A League of Legends Story”

“Ruined King: A League of Legends Story” membawa kita menelusuri perjalanan yang penuh intrik dan tragedi di dua wilayah yang menggugah imajinasi: Bilgewater dan Shadow Isles. Kedua lokasi ini, yang merupakan bagian dari dunia Runeterra dalam kanon League of Legends, menjadi panggung bagi konflik yang penuh dengan cerita mendalam dan karakter yang kompleks.

Bilgewater, sebuah kota pelabuhan yang terletak di Kepulauan Ular, dikenal sebagai tempat di mana kejahatan, peluang, dan anarki bersemi. Di sini, hukumnya ditentukan oleh kapten bajak laut, di mana salah satunya adalah Gangplank, sang Saltwater Scourge, yang kejam dan merupakan pemimpin geng Jagged Hooks. Kisah pahit dimulai ketika Sarah Fortune menyaksikan Gangplank membunuh ibunya menggunakan senjata yang sama yang kemudian Fortune ambil kembali untuk membalaskan dendamnya. Dengan keinginan untuk memerintah Bilgewater secara adil, namun terbelah oleh dendam yang menggebu, Fortune berusaha menegakkan otoritasnya, walaupun dihadang oleh beberapa kapten lain yang masih menentangnya. Tanpa disadari, Gangplank masih hidup, dan rencananya untuk merebut takhta yang telah direbut dari tangannya menjadi semakin rumit dengan bantuan sekutu yang tak terduga.

Sementara itu, Shadow Isles, wilayah yang berdekatan, menjadi tempat kekuasaan bagi makhluk-makhluk mayat hidup. Di sini, roh-roh yang tersiksa terperangkap dalam kekuatan gaib yang disebut Kabut Hitam, dan setiap tahun, mereka merayakan peristiwa yang mengerikan yang dikenal sebagai Harrowing, di mana mereka mencari jiwa-jiwa baru untuk dikutuk. Meskipun dulunya dikenal sebagai Blessed Isles, tempat ini berubah drastis setelah kedatangan Raja Viego yang mencari air untuk menghidupkan kembali cintanya, Isolde. Kesedihan dan kemarahan Viego memicu peristiwa Kehancuran yang mengubah semua orang di pulau ini menjadi makhluk tersiksa. Saat ini, Viego, yang bangkit sebagai Raja Kehancuran, mencari cara untuk mengembalikan Isolde, sementara Thresh, yang dulunya adalah Grael, pura-pura menjadi pelayan setia, tetapi mungkin memiliki agenda tersendiri.

Dua wilayah ini memperlihatkan kontras yang kuat antara kehidupan yang berlimpah dan kegelapan yang mengintai, serta konflik internal yang mempengaruhi setiap karakter. “Ruined King: A League of Legends Story” mempersembahkan cerita yang mendalam dan penuh dengan nuansa yang akan memikat pemain dalam sebuah epik yang penuh dengan intrik dan keputusasaan.

Film ini menggambarkan kekuatan storytelling League of Legends dengan memperluas dunia Runeterra dan memperdalam karakter serta sejarahnya. Dengan perpaduan antara intrik politik, pertempuran, dan perjalanan emosional para karakter, “Ruined King” menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi para penggemar game dan penggemar cerita epik yang penuh dengan keajaiban dan ketegangan.

 

Perjalanan Epik Menuju Keadilan: Cerita Ruined King

Sebuah kisah epik yang melibatkan pesta yang terdiri dari tokoh-tokoh yang berasal dari latar belakang yang berbeda dalam dunia League of Legends telah menjadi titik fokus dalam perjalanan mereka untuk menghentikan kejahatan yang mengancam dunia mereka. Ruined King, Viego yang haus kekuasaan, menjadi pusat dari konflik yang membawa mereka ke Pulau Bayangan dan menghadapi Kabut Hitam yang mematikan.

Perjalanan mereka dimulai dengan Illaoi, seorang Pendeta Buhru, yang mendapat petunjuk dari dewanya untuk memulai perjalanan ke Pulau Bayangan. Dalam pencariannya, dia bergabung dengan Kapten Fortune, Braum, Yasuo, dan karakter lainnya yang memiliki tujuan yang berbeda, namun, takdir membawa mereka bersama. Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan Pyke, seorang pembunuh dengan agenda rahasia, yang bergabung dengan kelompok meskipun tujuannya terfokus pada satu target: Gangplank.

Sesampainya di Shadow Isles, mereka berhadapan dengan berbagai rintangan, termasuk Maokai yang salah paham dan konflik internal antara Ahri dengan identitasnya sebagai Vesani. Namun, melalui pengorbanan dan kerja sama, mereka berhasil mengumpulkan kekuatan yang diperlukan untuk melawan Viego.

Perjuangan sebenarnya dimulai ketika Gangplank, yang telah terjebak oleh ambisi untuk kekuasaan, dan Viego, yang haus akan dominasi, mengancam keamanan Bilgewater. Dalam upaya mereka untuk menghentikan Viego, mereka menemukan bahwa untuk melemahkan kekuatannya, mereka harus menghadapi masa lalu yang menyakitkan dan memutuskan untuk berani menghadapinya.

Dalam pertempuran terakhir mereka, dengan bantuan sihir Ahri, mereka berhasil mengguncang kekuatan Viego dan mengalahkannya. Namun, keputusan terberat muncul ketika Viego memohon pada Kapten Fortune untuk membantunya. Dengan keberanian dan kebijaksanaan, Kapten Fortune menolak tawaran itu dan memenjarakan Viego, menyelamatkan Bilgewater dari bahaya yang mengancamnya.

Meskipun kemenangan dicapai, pengalaman perjalanan mereka meninggalkan dampak yang mendalam pada anggota pesta. Illaoi khawatir akan perubahan dalam diri Kapten Fortune, sementara Pyke dan karakter lainnya memiliki urusan pribadi yang masih belum terselesaikan.

Dalam momen perpisahan mereka, mereka menyadari bahwa perjalanan ini telah menguji dan membentuk mereka menjadi individu yang lebih kuat. Namun, cerita ini tidak berakhir di sini. Dengan keinginan untuk menyelesaikan urusan yang belum selesai, mereka meninggalkan jejak petualangan ini untuk masa depan yang belum tertulis.

Kisah Ruined King bukan hanya tentang pertarungan melawan kegelapan, tetapi juga tentang perjalanan pribadi, pengorbanan, dan kesatuan di antara individu yang berbeda. Menyajikan pesan bahwa kekuatan sejati tidak hanya terletak pada kemampuan fisik, tetapi juga pada keberanian untuk menghadapi masa lalu dan memilih kebaikan di tengah kegelapan.

 

Penerimaan Ruined King: Sebuah Kombinasi Antara Pujian dan Kritik

Game yang ditunggu-tunggu, Ruined King, telah memicu respons beragam dari berbagai pengulas terkemuka dalam industri game. Dalam evaluasi yang dilakukan oleh Game Informer, game ini dinilai dengan skor tujuh dari sepuluh. Mereka menyoroti aksi dalam permainan ini dan karakter-karakternya yang imajinatif sebagai fondasi utama yang mendukung pengalaman RPG konvensional. Namun, kritik diberikan terhadap ceritanya yang cenderung mudah dilupakan dan desain level yang kurang mampu menginspirasi.

Pendapat dari PC Gamer juga senada dengan memuji ansambel karakter dalam Ruined King sebagai “kelompok yang menghibur” dan menempatkan pertarungan sebagai “inti dari permainan” ini. Namun, kritik terhadap cerita yang kurang menarik dan kurangnya konten yang dapat membuat permainan lebih menarik turut diungkapkan.

Di sisi lain, IGN memberikan pujian terhadap seni permainan yang menakjubkan, akting suara yang mengesankan, pengembangan karakter yang kuat, dan sistem pertarungan yang memberikan pengalaman berharga bagi para pemainnya. Namun, sayangnya, beberapa masalah teknis yang signifikan, terbatasnya variasi lokasi, dan sistem penyimpanan otomatis menjadi sorotan negatif yang perlu diperhatikan.

Sementara itu, GameSpot dan Nintendo Life memberikan apresiasi yang tinggi terhadap cerita yang disajikan dalam permainan ini, menyebutnya sebagai “luar biasa”. Mereka juga memuji dunia yang dihadirkan, karakter-karakternya yang menarik, serta sistem pertarungannya yang berhasil. Namun, mereka juga menyoroti masalah teknis serta keterbatasan dalam sistem perjalanan cepat sebagai gangguan yang cukup mengganggu.

Dari sekian beragamnya pandangan, terlihat bahwa Ruined King menerima penerimaan yang cukup beragam dari berbagai aspek permainan. Meskipun banyak pujian yang diberikan terhadap aspek tertentu, terdapat juga kritik yang perlu diperhatikan dalam pengembangan game ini ke depannya. Sebagai hasilnya, sementara Ruined King menawarkan pengalaman yang menghibur dengan pertarungan yang solid, ada ruang untuk perbaikan dalam cerita, masalah teknis, dan beragam aspek lainnya untuk menghadirkan pengalaman yang lebih mendalam bagi para pemainnya.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *